Berita Kristus Raja Ungaran

Malam Mudika Kristus Raja, Ung...

Tak lama setelah terlib...


Selanjutnya...

Napak Tilas Betlehem van Java ...

 “Napak” itu artinya mena...


Selanjutnya...

Yakobus Kid Wisata Rohani ke G...

anak-anak Yakobus ...


Selanjutnya...

PENERIMAAN BUSANA BIARA DAN KA...

PENERIMAAN BUSANA BIARA...


Selanjutnya...

Misa di Kapel St. Yakobus Zebe...

Misa di Kapel St. Yakob...


Selanjutnya...

Berita Katolik

Paus ingatkan ‘kanker’ keputusasaan dalam Misa di Daejeon

 Daejeon (15/08/2014) Pau...


Selanjutnya...

Paus Fransiskus beatifikasi 124 martir Korea

 Korea Selatan (16/08/201...


Selanjutnya...

Ordo Dominikan gelar pertemuan dengan komunitas Muslim

 Para peserta. (Foto: mer...


Selanjutnya...

Di Korea, Paus Fransiskus akan mengunjungi pemakaman bayi yang diaborsi

 Pemakaman untuk janin ya...


Selanjutnya...

Turunnya kasus pelanggaran kebebasan beragama bukan prestasi pemerintah

 Bonar Tigor Naipospos. (...


Selanjutnya...
Home Berita Gereja Berita Nasional Pawai Obor 100 tahun Injil masuk Toraja
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 28 Juni 2013 14:50

Pawai Obor 100 tahun Injil masuk Toraja

 

 

 

Toraja (25/06/2013) Dalam rangka memperingati 100 tahun atau 1 abad Injil masuk Toraja, Sulawesi Selatan, ribuan warga dari tiga kabupaten di Kalimatan Timur — Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Bontang melakukan pawai obor dari 21-22 Juni 2013.

Pawai tersebut dimulai dari Katolik Centre yang berada di jalan Soekarno-Hatta, Kutai Timur dan berakhir di Gereja Prima Sangatta, di Jalan Pongtiku.

Sejumlah acara diselenggarakan di sana. Diantaranya ibadah dan hiburan berbagai kesenian adat Toraja seperti tari Pakgellu, Manimbong, dan lainnya.

Pawai obor kemudian dilanjutkan pada Sabtu (22/6) pagi, yang diawali dengan arak-arakan dari Gereja Prima Sangatta menggunakan mobil hias. Rombongan peserta bergerak menuju Lapangan Swarga Bara yang berjarak 2 kilometer.

Setibanya di Lapangan Swarga Bara, peserta  dipersilahkan masuk dengan tata cara ala penjemputan tamu dalam adat Toraja. Dalam kegiatan ini, peserta diperkirakan mencapai lebih dari 5 ribu orang.

Setelah peserta dan tamu berkumpul di pondok masing-masing, Pastor Arsiatik Kabanga memimpin ibadah. Dalam khotbahnya, pastor asal Makassar ini menyatakan bahwa Toraja adalah salah satu suku yang dulunya tidak mengenal Tuhan. Barulah sekitar seratus tahun lalu, seorang misionaris asal Belanda, Antonie Aris van De Loosdreckt memasuki Toraja dan menyebarkan kabar keselamatan kepada nenek moyang mereka di sana.

Dalam perjalanan waktu, sebagian besar warga Toraja akhirnya mengimani Yesus dan komunitas ini pun menyebar ke berbagai penjuru termasuk ke Kalimantan Timur.

“Karena itu berdoalah bagi kesejahteraan daerah ini, karena kesejahteraan kota ini juga kesejahteraan kita. Bekerjalah sungguh-sungguh, di manapun kita bekerja, sebagai wujud peran serta kita dalam membangun daerah tempat kita berada,” ungkapnya.

Menurut data,  Injil masuk ke Tana Toraja pada 16 Maret 1913. 

 

comments
 


create by snd. Kristus Raja Ungaran 2013